<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agung Getux &#187; Open source</title>
	<atom:link href="http://agung.getux.com/tag/open-source/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agung.getux.com</link>
	<description>Linux, open source software, and my daily life log</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 04:10:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Ada apa dengan planet ubuntu indonesia ?</title>
		<link>http://agung.getux.com/internet/ada-apa-dengan-planet-ubuntu-indonesia.html</link>
		<comments>http://agung.getux.com/internet/ada-apa-dengan-planet-ubuntu-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 04:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[Open source]]></category>
		<category><![CDATA[planet ubuntu-id]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu-id]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agung.getux.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Planet merupakan aggregasi dari beberapa blog dan dikumpulkan dalam 1 portal. Planet ubuntu indonesia merupakan rujukan saya untuk melihat beberapa informasi dan tutorial Free and open source software (FOSS) dan juga Linux. Namun saat ini sepertinya agregasi dari planet ubuntu indonesia sedang bermasalah, karena update terakhir dari agregasi-nya tanggal 22 Juli 2010. hm.. sudah hampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_536" class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px"><a href="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2010/10/planet-ubuntu-indonesia.png"><img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2010/10/planet-ubuntu-indonesia.png" alt="planet ubuntu indonesia" title="planet ubuntu indonesia" width="500" height="218" class="size-full wp-image-536" /></a><p class="wp-caption-text">Ada apa dengan planet ubuntu indonesia ?</p></div><br />
Planet merupakan aggregasi dari beberapa blog dan dikumpulkan dalam 1 portal. <a href="http://planet.ubuntu-id.org">Planet ubuntu indonesia</a> merupakan rujukan saya untuk melihat beberapa informasi dan tutorial Free and open source software (FOSS) dan juga Linux. Namun saat ini sepertinya agregasi dari <a href="http://planet.ubuntu-id.org">planet ubuntu indonesia</a> sedang bermasalah, karena update terakhir dari agregasi-nya tanggal 22 Juli 2010. hm.. sudah hampir 3 bulan. Ada apa dengan <a href="http://planet.ubuntu-id.org">planet ubuntu indonesia</a> ? ada yang bisa memberikan info ?</p>
<p><strong>Update :</strong><br />
Planet ubuntu kembali aktif lagi dengan alamat <a href="http://planet.ubuntu.or.id/">planet.ubuntu-id.or.id</a> (thanks buat khosa)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agung.getux.com/internet/ada-apa-dengan-planet-ubuntu-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memanajemen mirror open source di kampus</title>
		<link>http://agung.getux.com/open-source/memanajemen-mirror-open-source-di-kampus.html</link>
		<comments>http://agung.getux.com/open-source/memanajemen-mirror-open-source-di-kampus.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 04:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open source]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[mirror amikom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agung.getux.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2010/03/server-300x225.jpg" alt="" title="mirror open source amikom" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-300" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, <a href="http://amikom.ac.id">kampus</a> telah meluncurkan mirror open source yang beralamatkan di <a href="http://tawon.amikom.ac.id">tawon.amikom.ac.id</a> dan portal open source di <a href="http://foss.amikom.ac.id">foss.amikom.ac.id</a>. Masih tergolong baru dan perlu pembenahan juga. Mirror ini, saya kembangkan karena prihatin dengan kondisi kampus yang kesulitan mencari mirror atau iso atau cd open source software. Awalnya ingin mengelola sendiri server mirror ini, namun karena ada tanggung jawab mengajar di kampus, sehingga up to date server mirror ini menjadi terlambat. Untuk memecahkan permasalah ini, maka saya mulai mendelegasikan pengerjaan dan up to date server tersebut ke komunitas mahasiswa.<br />
</p>
<p><img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2010/03/server-300x225.jpg" alt="" title="mirror open source amikom" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-300" />Dari satu sisi, mahasiswa memang memiliki interest yang cukup besar pada sesuatu yang dia sukai. walaupun dari sisi keterikatan dan tanggung jawab sedikit kurang. Misalnya ketika mahasiswa tersebut lulus, maka pendelegasian harus di lakukan kembali. Karena memahami betul permasalahan ini, akhirnya saya mencoba untuk merancang Standart Operational Procedure (SOP) untuk membagi tugas pengerjaan server tersebut. Misalkan tugas update ISO, update mirror, dan pengamanan server. Dari tugas-tugas tersebut, saya tekankan kepada mahasiswa untuk mulai mendokumentasikan setiap kegiatan yang mereka lakukan di server mirror, termasuk apa-apa saja yang telah terupdate dan masih dalam bentuk permintaan.</p>
<h3>Beberapa hal yang saya lakukan </h3>
<ul>
<li>Bentuklah tim yg jumlahnya tidak terlalu banyak, namun bisa mencukupi kebutuhan update server mirror dan update portal, berikut ilustrasinya :<br />
	- Tim update mirror (terdiri dari 5 orang dengan deskripsi tugas yang berbeda)<br />
	- Tim online media (terdiri dari 3 orang dengan deskripsi tugas yang berbeda)<br />
	- Tim Dokumentasi (terdiri dari 3 orang dengan deskripsi tugas yang berbeda)
</li>
<li>Delegasikan dan bagi setiap tugas menjadi tim-tim yang lebih kecil, misalkan tim update iso, dan tim update mirror<br />
Mendidik setiap tim untuk membuat dokumentasi-dokumentasi
</li>
<li>Pengembangan skill mahasiswa menjadi penting, karena rata-rata mereka masih awam<br />
	- Melakukan briefing singkat mengenai kekurangan dan kelebihan server<br />
	- Memberikan pengetahuan teknis yang praktis dan dapat langsung di implementasikan, misalkan memberikan contoh penggunaan debmirror
</li>
<li>Memberikan keleluasaan kepada mereka untuk bereksperimen sendiri</li>
</ul>
<h3>Masalah lain</h3>
<p>Pada akhirnya memang akan menimbulkan permasalahan lain, seperti perihal keamanan karena server di kelola oleh lebih dari 1 orang. Tapi saya lebih melihat sisi pembelajaran, pembagian tugas dan manajemen dari pengelolaan server ini. </p>
<h3>Kenapa melakukan ini ?</h3>
<p>Kecenderungan saya dan mungkin orang-orang teknis lainnnya adalah ahli dalam sesuatu hal, namun sulit untuk mendelegasikan. Sehingga segala permasalahan yang terkait dengan teknis keahlian kita terkadang menyita waktu. Bayangkan saja jika server hanya di kelola oleh 1 orang saja, dan tidak ada support teknis yang lain, ketika seorang admin sedang keluar kota untuk kepentingan keluarga, dia harus me-remote server-nya. Tapi jika kita bisa melakukan pendelegasian pada support teknis, tentu ada banyak waktu yang bisa kita lakukan, seperti upgrade skill, mempelajari hal-hal baru, dan berkumpul dengan keluarga tanpa harus memikirkan server ketika bermasalah <img src='http://agung.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p>Tulisan ini mungkin sangat subjektif, tapi tujuan dari tulisan ini juga untuk berbagi. Semoga bermanfaat <img src='http://agung.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agung.getux.com/open-source/memanajemen-mirror-open-source-di-kampus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya memilih&#8230; it&#8217;s time to say.. sayonara</title>
		<link>http://agung.getux.com/daily-life/akhirnya-memilih-its-time-to-say-sayonara.html</link>
		<comments>http://agung.getux.com/daily-life/akhirnya-memilih-its-time-to-say-sayonara.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 14:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[Open source]]></category>
		<category><![CDATA[seminar lipi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agung.getux.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2009/12/stock-photo-teamwork-and-friendship-2098964-192x300.jpg"/>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah 2.5 tahun lebih berjuang bersama dengan  rekan-rekan saya di tim <a href="http://ugos.ugm.ac.id">UGOS</a>. Mungkin inilah saat perpisahan dari saya. Banyak sekali pengalaman dan hal-hal yang menarik yang saya dapatkan di <a href="http://pptik.ugm.ac.id">PPTiK UGM</a>, selain sahabat-sahabat yang selalu menemani di saat-saat melakukan migrasi di unit-unit UGM. Juga rekan-rekan dari pranata yang telah banyak membantu memberikan jalan untuk migrasi. </p>
<p>Bahagia rasanya melihat rekan-rekan UGOS telah menempatkan posisi, sesuai dengan keahlian mereka. <a href="http://dion.getux.com">dion</a> yang selalu bersemangat mengembangkan distro UGOS, <a href="http://manda.getux.com">manda</a> dengan server solaris-nya, <a href="http://nugrahadi.pramono.info/">Yuda</a> dengan server repo-nya, <a href="http://masrifqi.web.id/">rifqi</a> juga berperan sebagai network administrator, mas <a href="http://fathirhamdi.wordpress.com/">fathir</a> yang selalu memberikan ide-ide kl saya sudah mentok dan juga membantu hal-hal lain yang tidak bisa diselesaikan oleh person lain, dan terakhir <a href="http://andrew.getux.com">andre</a>, sarjana teknik pertanian, yang sudah dari desainer hebat <img src='http://agung.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Selain itu pak <a href="http://prastowo.staff.ugm.ac.id/">Pras</a>, pak <a href="http://khabib.staff.ugm.ac.id/">Khabib</a> dan pak <a href="http://arians.staff.ugm.ac.id/">Agung A</a>, telah banyak memberikan kesempatan dan pelajaran yang berharga untuk saya. Walaupun begitu, saya tidak bisa menemani mereka, perjalanan saya di UGOS hanya sampai akhir tahun ini. Dan pada akhirnya, saya memilih untuk kembali ke almamater, <a href="http://amikom.ac.id">STMIK AMIKOM</a>. Keputusan ini dikarenakan waktu saya lebih banyak mengajar di AMIKOM dan meneruskan S2 ditempat ini. dan faktor fisik yang tidak bisa bertahan dengan kondisi ini. terima kasih untuk semuanya.. Sepertinya saya bakal sering mampir ke UGOS PPTiK UGM, buat ambil film, iso atau makan-makan bareng <img src='http://agung.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .   </p>
<p><a href="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2009/12/stock-photo-word-isupport-isolated-on-white-background-31456603.jpg"><img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2009/12/stock-photo-word-isupport-isolated-on-white-background-31456603-300x214.jpg" alt="" title="stock-photo-word-isupport-isolated-on-white-background-31456603" width="300" height="214" class="alignnone size-medium wp-image-278" /></a></p>
<p>Sekaligus juga, postingan ini sebagai permintaan maaf saya, yang selama ini memberikan support melalui nick tim_ugos, tidak dapat lagi memberikan support seperti biasanya. Dan juga saya mohon maaf, jika selama ini saya tidak dapat memberikan support yang melegakan rekan-rekan sekalian. Namun saya masih tetap dapat memberikan bantuan support open source, semampu saya melalui email dan ym.</p>
<p>Semangat open source ini, akan saya bawa ke kampus AMIKOM. Pelan-pelan, bertahap tapi pasti. Semoga Amikom bisa mewujudkan Amikom Goes Open Source.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agung.getux.com/daily-life/akhirnya-memilih-its-time-to-say-sayonara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Migrasi Open Source di Universitas</title>
		<link>http://agung.getux.com/daily-life/opinion/strategi-migrasi-open-source-di-universitas.html</link>
		<comments>http://agung.getux.com/daily-life/opinion/strategi-migrasi-open-source-di-universitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 15:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open source]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi open source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agung.getux.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2009/10/campus.jpg" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan <a href="http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/lombablog/">Lomba Blog Open Source</a> P2I-LIPI dan <a href="http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/">Seminar Open Source</a> P2I-LIPI 2009.</p></blockquote>
<p><a href="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2009/10/campus.jpg"><img src="http://agung.getux.com/wp-content/uploads/2009/10/campus.jpg" alt="" title="campus" width="270" height="192" class="alignleft size-medium wp-image-264" /></a>Perkembangan open source beberapa tahun terakhir  menunjukan peningkatan, bahkan program Indonesia, Go Open Source (IGOS) mulai memberikan pengaruh pada lingkungan pendidikan di Indonesia. Penggunaan perangkat lunak open source diharapkan akan membentuk ketahanan dan kemandirian bangsa. Mengingat penggunaan software open source akan mengurangi ketergantungan teknologi kepada perusahaan/vendor pengembang software. Selain itu software open source yang potensial untuk dikembangkan secara mandiri dan sesuai dengan kebutuhan, dapat membuat bangsa ini lebih kreatif dan cerdas.  Bagi dunia pendidikan, dengan pemanfaatan open source, instansi pendidikan dapat melakukan penghematan dari sisi pengeluaran untuk pembelian lisensi, dan open source membuka peluang untuk menghasilkan berbagai macam penelitian.  Terbukti dengan adanya beberapa instansi pendidikan yang mulai migrasi ke open source seperti Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah mada, dan beberapa universitas lain.</p>
<p>Penulis mencoba menjabarkan beberapa strategi yang digunakan untuk mengatasi beberapa hambatan migrasi sebuah universitas.</p>
<h3>1. Menetapkan kebijakan</h3>
<p>Bukan tidak mungkin kebijakan dari top management universitas dapat menjadi langkah awal dari proses migrasi ini. Kebijakan dapat berupa SK Rektor yang menjabarkan mengenai kelebihan dan kekurangan open source, berikut tantangan-tantangan yang dihadapi. Hendaknya SK juga berisi reward and punishment, terhadap unit yang belum melakukan migrasi berdasarkan target yang telah di tentukan. Target migrasi juga tidak ditetapkan terlalu &#8220;optimistik&#8221; melainkan  perlu juga mengkaji permasalahan-permasalahan non teknis yang nanti bakal terjadi di lapangan.</p>
<h3>2. Membangun resource</h3>
<p>Resource atau sumber daya dapat berupa SDM dan infrastruktur yang digunakan untuk mendukung proses migrasi open source nantinya. Sumber daya ini juga menjadi pusat helpdesk nantinya setelah pasca migrasi. Untuk penentuan SDM, hendaknya terbagi menjadi 3 tim, pertama, tim yang menangani proses manajemen; kedua, tim yang menangani proses pengembangan sistem; ketiga, tim yang menangani teknis di lapangan. Tim pengembang, bertugas untuk mengembangkan sistem operasi standar yang digunakan untuk sistem operasi pada universitas tersebut. Tim manajemen, memiliki kemampuan manajemen, tetapi juga mampu untuk memahami kondisi teknis di lapangan. Tim pengembang, mengembangkan sistem dan infrastruktur seperti wiki dokumentasi, official web, repositories, dan beberapa layanan helpdesk. Hendaknya tim pengembang terdiri dari open source consultant, sistem analis, programmer, desainer dan system developer. Sejak awal haruslah di bentuk komitmen dan juga proses duplikasi dan regenerasi dari tim-tim ini.</p>
<ul>
<li><strong>Mengembangkan sistem operasi mandiri</strong><br />
Setiap universitas memiliki keunikan tersendiri, sehingga mengembangkan sistem operasi mandiri yang berciri universitas dapat meningkatkan image branding dari universitas. Sistem operasi mandiri yang dikembangkan oleh universitas, hendaknya menggunakan antar muka yang dapat mengurangi efek psikologis (resistensi) dari pengguna. Bisa dengan mendekati antar muka sistem operasi yang digunakan sebelumnya.</li>
</ul>
<h3>3. Roadshow dan sosialisasi</h3>
<p>Ada baiknya tim manajemen dan tim pengembang melakukan sosialisasi terhadap kebijakan yang telah dibuat. Sekaligus dalam sosialisasi ini dapat menjadi ajang &#8220;unjuk gigi&#8221; dan uji kompabilitas, serta memberikan informasi tentang kekurangan dan kelebihan sistem dan software open source. Dengan proses sosialisasi ini, diharapkan pemikiran dan pandangan pengguna terhadap open source mulai terbuka, sekaligus mengurangi efek psikologis. Sosialisasi juga menjadi ajang tanya jawab dan sharing informasi dengan pengguna, yang pada akhirnya pengguna bisa semakin yakin mau bermigrasi atau sebaliknya <img src='http://agung.getux.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Hendaknya sosialisasi dilakukan bertahap, dengan mengunjungi atau mengumpulkan dalam satu forum diskusi.</p>
<h3>4. Survei</h3>
<p>Tujuan dari survei adalah melakukan inventarisasi segala kemungkinan dalam proses migrasi. inventarisasi ini berupa permasalahan migrasi sistem, aplikasi dan perangkat keras. </p>
<ul>
<li><strong>Survei kebutuhan software</strong><br />
Survei aplikasi digunakan untuk memilah software-software yang dapat dimigrasi, software yang tidak dapat dimigrasi tapi bisa menggunakan software penengah seperti wine atau virtual box, atau software yang sama sekali tidak dapat dimigrasi. Pertimbangan survei juga untuk melihat sistem informasi yang digunakan oleh universitas tersebut, apakah dapat berjalan di sistem operasi Linux, jika perlu dilakukan migrasi terhadap sistem maka perlu juga dipertimbangan cost and benefit sebelum dan setelah migrasi sistem.</li>
<li><strong>Survei perangkat keras</strong><br />
Ada 2 keuntungan dalam melakukan survei perangkat keras, pertama, dapat menambah inventory perangkat keras; kedua, dapat mengetahui kondisi teknis dari komputer yang akan di migrasi. Kegiatan ini hendaknya, dilakukan dengan kerja sama antara tim teknis dengan pranata-pranata setiap unit kerja. Hal ini untuk mengurangi beban dari tim teknis.</li>
<li><strong>Survei efek psikologis</strong><br />
Survei ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketahanan psikologis pengguna dalam proses migrasi. Resistensi pengguna bisa dijadikan acuan, untuk menentukan prioritas dan lama proses migrasi.</li>
</ul>
<h3>5. Analisa dan penentuan prioritas</h3>
<p>Hasil dari survei kemudian diolah dan dianalisa untuk menentukan prioritas dan strategi dalam migrasi. Dari hasil ini, para pengembang dapat bekerjasama dengan tim manajemen untuk mendahulukan wilayah-wilayah migrasi yang memiliki efek penolakan (resistensi) cukup ringan. Dengan penentuan prioritas, seluruh resource SDM dapat berfokus pada lingkup wilayah yang tidak terlalu luas, sehingga penanganan terhadap masalah pun bisa dilakukan secara realtime dan tidak tertunda.</p>
<h3>6. Migrasi</h3>
<p>Setelah melalui pengolahan data, hasil survei ini akan di berikan kepada unit yang akan di migrasi. Dengan beberapa pertimbangan, tim teknis dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk migrasi. Seperti migrasi full, atau migrasi linux namun menggunakan software virtualisasi atau wine.</p>
<ul>
<li><strong>Penggunaan software wine dan virtualisasi virtual box</strong><br />
Bukan tidak mungkin dalam proses dilapangan terjadi permasalahan teknis seperti software tidak kompatibel dengan sistem operasi Linux. Permasalahan ini dapat di selesaikan dengan menggunakan software wine namun jika wine tidak dapat menjadi solusi, solusi terakhir adalah dengan menggunakan software virtual box, dengan kosekuensi resource memori yang dibutuhkan menjadi lebih besar.</li>
<li><strong>Migrasi dokumen office</strong><br />
Dokumen yang terdapat universitas biasanya berasal dari penggunaan software proprietary, sehingga permasalah terbesar adalah kompabilitas open office terhadap dokumen-dokumen ini. Kompabilitas data office merupakan isu yang patut dijadikan prioritas, karena permasalahan umum migrasi hanya seputar perubahan format dokumen yang digunakan pengguna setelah bermigrasi. Keluhan dan efek psikologis lebih besar dalam proses ini. Ada beberapa solusi praktis yang bisa dilakukan, yaitu setiap format dokumen dijadikan template tersendiri, Pengguna diajarkan untuk membuat dokumen office sesuai standar, dan yang terakhir bisa dengan membuat sistem office automation.</li>
<li><strong>Software yang tidak dapat di migrasi</strong><br />
Ada beberapa software engineer seperti autoCAD, autodesk, dan beberapa software engineer dan khusus tidak dapat berjalan stabil dengan menggunakan wine dan virtual box. Untuk kasus ini, lebih baik komputer tersebut jangan di migrasikan terlebih dahulu</li>
</ul>
<h3>7. Pendampingan dan helpdesk</h3>
<p>Ini adalah proses terakhir setelah migrasi. Biasanya proses pendampingan dan helpdesk menjadi proses yang paling panjang di antara proses yang lain. selain itu, tahapan ini tidak bisa di targetkan dengan waktu, mengingat kondisi dilapangan yang terkadang memiliki karakteristik kasus yang berbeda. Namun jika pembentukan resource SDM dan infrastruktur sudah stabil, tahapan ini dapat berjalan lancar. Tahapan ini biasanya di kombinasikan dengan pelatihan-pelatihan tambahan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pengguna.</p>
<h3>
Kesimpulan</h3>
<p>Akhir kata, migrasi bukanlah proses migrasi mesin saja, melainkan merupakan proses pembelajaran dan perubahan kebiasaan dari pengguna, sehingga resistensi pengguna, perlu menjadi perhatian UTAMA. Migrasi open source juga merupakan perjalan panjang dari proses perubahan budaya yang tidak dapat dilakukan dengan cepat, perlu tahap demi tahap, dan penyempurnaan serta evaluasi dari setiap proses migrasi yang telah dilakukan. Bukan tidak mungkin dengan kesabaran dan semangat untuk mandiri, Insya Allah 5 tahun kedepan iklim penelitian di Indonesia berkembang pesat dan bangsa kita sudah dapat mandiri, dengan menghargai HaKI. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agung.getux.com/daily-life/opinion/strategi-migrasi-open-source-di-universitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

