Reboot dan halt komputer lab yang menggunakan linux

Saya yakin anda pasti pernah menggunakan komputer di lab. Komputer lab jumlahnya tidak sedikit mungkin sekitar 40 – 70 komputer, dengan jumlah tersebut saya yakin akan sangat merepotkan kl kita mematikan atau mengkonfigurasi komputer tersebut satu-per-satu. Waktu libur kemaren mas fatur, teman saya yang menjadi laboran di lab Sistem operasi dan Jaringan, memanfaatkan fungsi ssh untuk mengatur komputer di labnya. Jika di windows kita dapat menggunakan software netsupport “bajakan” maka di linux tidaklah demikian. Di linux, kita perlu memanfaatkan aplikasi yang ada dan melakukan sedikit kustomisasi.

Untuk melakukan experiment ini anda memerlukan 1 komputer sebagai server yang menggunakan ssh. dan semua perintah berjalan di root.

Pada komputer klien hanya perlu menyamakan klas IP dengan server, dan mengaktifkan service ssh.

Misalkan saya akan melakukan reboot pada komputer no.1 di lab, dan komputer tersebut memiliki IP: 192.168.1.1, maka dengan menggunakan perintah ssh, kita dapat mereboot komputer tersebut.

Lakukan perintah berikut pada komputer server (dengan klas IP yang sama tentunya) :

# ssh root@192.168.1.1 reboot

Setelah di eksekusi anda diharuskan memasukkan password pada komputer tersebut, biasanya kita menggunakan password yang sama di semua komputer lab, kecuali server.

Untuk mengatasi hal yang melelah seperti masukin password, anda dapat menggunakan public key pada mekanisme ssh (mungkin akan saya bahas d lain kesempatan)

Update :
Berikut contoh pembuatan public key yang saya ambil dari grid.ui.ac.id ditulis oleh fajran:

Create a password-less root account

We will use a public/private key authentication scheme to login in a computer. To do this, we have to create a key pair and the private key should not be passworded. Why? If we create a password, we will have to type it again..

# ssh-keygen -t rsa

The command will create a key pair. Just press enter key several times until you found the command prompt again. You private and public key will be stored in your ~/.ssh directory. id_rsa contains your private key and id_rsa.pub is your public key.

Copy your public key to authorized_users file in the same directory. So the sshd will look that file for the authentication process.

# cd ~/.ssh
# cp id_rsa.pub authorized_keys

Copy that 3 files into all computers in your cluster. Yes.. at this time, you have to type your password. But don’t worry, you will not do this anymore.

After that, you can test the password-less authentication by logging in to your another computer.

# ssh another.computer

Dengan demikian anda dapat membuat sebuah script dan meletakkannya di server untuk mengatur semuanya, seperti script yang di coding oleh mas fathur ini (sesuaikan dengan klas ip anda) :

Untuk reboot

#!/bin/bash
if (($1<=$2)); then
for ((i=$1;i<=$2;i++)); do
ssh root@192.168.1.$i reboot &
done
elif (($1>$2)); then
for ((i=$1;i>=2;i–)); do
ssh root@192.168.1.$i reboot &
done
else
echo “Nomor Komputer yang anda masukkan bukan bilangan bulat”
fi

Misalkan saya simpan dengan nama reset.
kemudian beri hak untuk bisa dieksekusi dengan perintah :

# chmod 700 reset

jalankan dengan perintah :

# reset 1 10

Maksud perintah tersebut adalah kita akan mereboot komputer 1 sampai 10.

Untuk halt, anda hanya perlu mengganti perintah reboot pada script diatas.

Referensi lain :
http://grid.ui.ac.id/blog/2007/03/23/send-command-group-computers-easy-way (artikel ini juga menyertakan public key pada ssh)

  • Share/Bookmark
  • http://jengjeng.matriphe.com zam

    weh..

    keren-keren..

    sip-sip!!

  • http://jengjeng.matriphe.com zam

    eh, itu dia.. mekanisme public key kayaknya perlu tu.. :D

    ditunggu posting berikutnya :D

  • http://fajran.web.id iang
  • http://udeystar.blogspot.com udeystar

    Langsung Save_pelengkap Artikel Linux. hehhehehehe

blog comments powered by Disqus