Sang Pemimpi

Sang Pemimpi

Sang Pemimpi

Akhir tahun ini sepertinya ditutup oleh film-film yang mengesankan, salah satunya adalah Sang Pemimpi, film ini merupakan sekuel dari Laskar Pelangi yang diadaptasi langsung dari novel karya Andrea Hirata yang berjudul sama yaitu Sang Pemimpi. Film ini sangat inspirational menurut saya, mengajarkan bagaimana kita harus memiliki mimpi dan meraih mimpi tersebut. Sesuatu yang sudah banyak dilupakan, karena tergeser oleh realitas kehidupan, bahkan kadang bermimpi pun tetap menjadi bahan tertawaan sebagian orang.

Saya sendiri belum membaca novelnya, namun film garapan Riri Riza ini menurut salah satu review sang pemimpi, memberikan semangat mengejar mimpi tak kalah baik dengan filmnya.

Kisah di mulai dari kehidupan Ikal (Lukman Sardi) yang serba pas-pas-an setelah dia lulus dari UI, bekerja di kantor pos dengan gaji mepet. Hal yang paling dia ingat adalah mengejar mimpinya untuk ke paris, bahkan saking gila mengejar mimpinya, dia sangat kesal dengan Arai yang meninggalkannya dengan mimpi-mimpinya. Di tengah keputus asaannya, cerita pun mundur kembali di jaman ketika Ikal remaja . Awal pertemuan antara Ikal dan Arai yang masih saudara sepupu, dan semangat Arai untuk mengejar mimpinya di mulai disini. Arai adalah sahabat yang selalu memberikan senyuman dan hal-hal yang luar biasa dalam hidup Ikal, sekaligus menjadi pemicu Ikal untuk mengejar mimpinya bersekolah di Sorbonne, Paris.

Arai dewasa (Ariel Peterpan) dan Ikal dewasa (Lukman Sardi)

Arai dewasa (Ariel Peterpan) dan Ikal dewasa (Lukman Sardi)

Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!
- Arai

Selain bertemu Arai, kehidupan remaja Ikal juga di temani oleh jimbron, mereka sama-sama meneruskan sekolah di SMA Manggar, satu-satunya sekolah di kala itu. Selain bersekolah mereka juga bekerja paruh waktu untuk mengejar mimpi-mimpinya untuk bersekolah di jakarta kemudian ke paris. 3 anak ini terkenal sebagai anak yang bandel, tapi juga berprestasi di sekolahnya, tidak jarang mereka membuat kesal para guru di sekolah ini. Awal dari mimpi Ikal dan Arai berasal dari seorang guru bahasa bernama bapak balia, yang selalu bercerita tentang eropa dan paris, sekaligus memberikan mimpi-mimpi yang harus dicapai. Namun, mimpi itu tidak dengan mudah bisa tercapai, banyak rintangan yang harus dilalui dan yang paling berat adalah ketika Ayah Arai harus di PHK dari PN Timah. Seketika itu mimpi-mimpi Ikal luntur tapi tidak dengan Arai. Ikal menjadi tidak memiliki semangat untuk sekolah lagi. Bahkan seketika Ikal marah kepada Arai “Kita ini orang miskin, tidak pantas bermimpi seperti itu, semua ini karena mimpi-mimpi mu Arai”, Arai hanya terdiam mendengarkan ucapan Ikal, tetapi bukan Arai namanya jika dia menyerah

Pak Mustar dan Pak Balai (Nugie)

Pak Mustar dan Pak Balai (Nugie)

Yang penting dari mimpi, bukanlah seberapa besar mimpi itu, tapi sebesar apa kita untuk mimpi itu
- Pak Balia

Adegan paling mengharukan ketika Ayah Ikal mengambil rapot untuk Ikal dan Arai, dengan mengenakan pakaian safari berkantung empat, yang merupakan kebanggaan Ayah Ikal dan hanya digunakan saat-saat penting. Sekalipun Ikal menjadi urutan terakhir, Ayah Ikal tetap tersenyum. Saat-saat inilah yang membuat Ikal mengejar kembali Ayahnya karena dia telah mengecewakan Ayah no. 1 Dunia-nya tersebut. Dan dia berjanji dalam hati untuk tidak mengecewakan lagi Ayahnya.

“Orang macem kite nih harus bisa bermimpi, kalo tak bermimpi kite kan mati”
“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

- Arai

Satu scene yang membuat isi bioskop tertawa adalah, ketika Ikal Remaja mengucapkan kata-kata “masa muda, masa yang berapi-api. H.Rhoma Irama”, kontan terdengar keras tawa para penonton yang hadir, mungkin dikarenakan mimik wajah serta nada suara Ikal Remaja yang amat mendukung. Selain itu juga adegan Arai ketika menyanyikan lagu melayu untuk wanita yang dia cintai, Zakiah Nurmala.

Dan satu yang membuat heran, sepertinya karakter Arial ga pas sebagai Arai dewasa.

Film ini Luar biasa, Inspirational, dan menggelitik kita. Dan wajib anda tonton. Film ini untuk Anda, yang mempercayai mimpi dan mau berjuang untuk meraihnya

Review lain :

  • Share/Bookmark
blog comments powered by Disqus