Beberapa waktu yang lalu sempat muncul berita, ayat ayat cinta atau disingkat AAC akan premier pada tanggal 19 Desember 2007, seperti yang juga diberitakan oleh ruangfilm.com, untuk sinopsis anda juga dapat merujuk pada situs tersebut. Sementara untuk trailernya anda dapat mengunjungi official websitenya.
Walaupun belum tayang film ini sudah cukup menghebohkan, lihat saja sang sutradara Hanung, dan alunan musik yang akan dibuat oleh sejoli melly dan Anto Hoed. Film yang merupakan adaptasi dari novel Ayat Ayat Cinta karya Habiburahman El Shirazy ini memang sudah dinanti oleh para penikmat novelnya. Seorang Fahri yang begitu perfect, dan banyak juga yang berharap agar film in seperti dengan novelnya (wajarlah..)
Sayangnya jadwal tayang film ini mundur menjadi bulan Januari 2008, seperti yang dituliskan dalam blog mas Hanung.
aku masih menyelesaikan proses film Ayat-Ayat Cinta yang semakin lama semakin rumit secara teknis. Sehingga mengakibatkan jadwal Tayang Ayat-Ayat Cinta mundur di bulan Januari.
‘Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu.’ Kata ibuku yang terus menerus terngiang.
Yang menarik dalam blog ini dia juga meluapkan seluruh emosi dan perasaannya, sehingga kita sebagai penonton yang hanya duduk diam kemudian berkomentar bisa mulai menghormati kerja keras sutradara muda ini.
Sungguh, aku sudah tidak kuat. Aku ingin lari saja dari produksi. Toh, tidak ada jaminan apapun buatku untuk menyelesaikan film ini? Uang? Demi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohi, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa.
Yang jelas marketing film ini sudah ada dimana-mana, mulai dari 21 Plaza Ambarukmo yang sudah memasang stand banner, iklan di situs2 dan baleho.
yang lucu, ternyata 21cineplex.com yang sudah mengedit isi berita AAC menjadi beranak dalam kubur. Singkat cerita saya google dan menghasilkan gambar berikut :

Mengarah ke 21cineplex, setelah memasukkan kata “ayat ayat cinta” di google
eh.. ternyata link, dan gambar tidak singkron dengan isi berita dan judul.

Beranak dalam kubur dengan gambar Ayat Ayat Cinta
Dan setelah 1 menit… postingnya berubah :d
Untuk para fans Ayat Ayat Cinta.. kita tunggu saya berita terbaru dari film ini.. dan waktunya kita hargai seluruh kerja keras mas hanung
Referensi :
http://www.ayatayatcintathemovie.com/
ruangfilm.com
Blog Hanung







