Beberapa waktu lalu, tepat setelah kejadian angin puting beliung, seorang teman saya mengatakan bahwa “jogja bukan lagi kota yang aman dan tenang seperti dulu”. Yah.. ungkapan ini hanya saya tanggapi dengan senyuman kecil, karena Setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda tentang aman dan tenang. Bagi saya arti aman dan tenang, jauh kepada kenyamanan saya seperti tidak ada huru-hara, demo yang damai, tidak ada konflik dalam masyarakat, dll. Namun bagi teman saya makna aman dan tenang juga dikaitkan dengan musibah dan bencana. Seperti banyaknya bencana yang melanda jogja yaitu gempa, angin lesus, merapi, dan banjir.
Bagi saya pribadi bencana alam adalah hal yang tidak bisa ditebak, bahkan seorang peramal seperi mami laurens pun hanya bisa memperkirakan bahwa akan terjadi bencana besar sekitar pertengahan tahun. Tentunya fakta memang terjadi, tapi ramalan itu hanya perkiraan. Toh terjadi atau tidaknya, itu masih jadi rahasia ALLAH. Memang tak bisa dipungkiri bahwa berkembangnya industrialisasi di jogja, seperti mall, cafe, dan klub-klub malam juga ikut mempengaruhi budaya dan gaya hidup orang jogja, sehingga ga jarang kl jogja sudah mulai terlihat seperti kota jakarta dan mungkin juga mengubah citra diri, kepribadian, dan cara berbusana bagi sebagian orang. Kita sendiri juga tidak bisa memungkiri bahwa perkembangan ini juga ikut mengubah citra jogja. dan mungkin dimasa depan, kota jogja akan berubah menjadi kota modern. Dan citra jogja kota yang aman, tenang, dan kondusif untuk kegiatan belajar semakin menghilang.
Saya sendiri baru 4 tahun ini di jogja, mungkin buat teman2 yang sudah hidup lama di jogja memiliki pendapat yang berbeda. Tapi sekarang tinggal kita bagaimana menjaga dan memaknai jogja sebagai kota yang aman dan tenang ? Mari kita jaga sama-sama kota tercinta ini.
Update:
Peristiwa terakhir adalah meledaknya pesawat garuda kemaren, dan kabarnya menewaskan mantan rektor UGM, Masykur Wiratmo. semoga beliau di terima disisi-NYA. amien.
Revisi :
Peristiwa terakhir adalah meledaknya pesawat garuda kemaren, dan kabarnya menewaskan mantan rektor UGM, Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri dan pak masykur wadek FE UGM. semoga beliau2 di terima disisi-NYA. amien.








