Tuesday, 7 August 2007 1:26 am

Benarkah Aktivis Linux banyak omong ??

Agung Nugroho - Agung "Raxephonix" Blog

Rabu (01/07/07) saya membaca sebuah pemberitaan di detik mengenai Penggiat Open Source Lebih ‘Banyak Omong’ Daripada Kerja. Dalam berita tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, juga mengeluarkan beberapa pernyataan yang cukup bikin telinga panas. Untuk itu saya akan berbagi pengalaman dengan anda.

“Kita agak lamban menggarap open source karena lebih banyak diskusinya ketimbang ngerjainnya,”

Saya justru bingung dengan kesan “lamban” karena disini, memang kita berbicara dalam posisi yang berbeda. pertama, pandangan seorang menteri, dan kedua, pandangan kita sebagai aktivis yang pernah turun ke lapangan secara langsung.

Saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman sebagai Tim UGOS (UGM Goes Open Source), dalam aktivitas ini kami lebih banyak terlibat dalam aspek psikologis dari pada teknis, karena memang yang target yang kami capai adalah mengubah kebiasaan pengguna dari Windows ke Linux. Hanya komputer-komputer yang dipergunakan untuk kebutuhan administrasi dan internet yang kami layani, dan untuk kebutuhan aplikasi khusus seperti SPSS, SAP, dsb terpaksa kami “acuhkan” dahulu, “biar ga nganggu kegiatan akademik”, ujar bos kami.

Tentunya anda bertanya-tanya kenapa kami lebih menargetkan penggunaan Linux dari pada aplikasi open source sendiri. Saya pernah melakukan survey tentang kebiasaan para pengguna, dari survey ini ada kesimpulan penting yang perlu anda ketahui, yaitu pengguna tidak bisa membedakan antara sistem operasi dan aplikasi. Jadi jika anda bicara tentang windows maka itu sudah termasuk dengan Microsoft Office, Yahoo Messenger, dsb. Dan jika anda bicara tentang aplikasi Open Office di Windows, maka mereka tetap beranggapan bahwa aplikasi Open Office adalah Linux. Sebenarnya kami telah memberikan pengertian kepada pengguna, namun tetap saja mainframe mereka belum bisa dirubah.

Jadi maaf pak Nuh, kami tidak lamban, tapi mengubah kebiasaan orang memang butuh proses, tidak bisa instan seperti mie instan :D.

“Padahal mereka (komunitas open source Indonesia - red.) tinggal bilang, butuh biaya berapa untuk mengembangkannya agar bisa digunakan masyarakat secara user friendly,”

Jauh lebih baik jika kita mengembangkan Distro Linux yang sudah ada, dari pada membuat sendiri. Karena dari pertama target kita adalah mengubah kebiasaan, bukan membuat distro. Jika kita memang ingin mengembangkan distro, maka bentuklah tim tersendiri. Jadi akan ada porsi-porsi tersendiri bagi mereka yang melakukan sosialisasi dan yang mengembangkan.

Mengenai dana yang tinggal minta, itu sangat sulit, asli sulit banget. saya yang pernah mengadakan event dan ikut serta dalam tim UGOS juga mengalami kedala dalam birokrasi. Seperti kebanyakan instansi, mengeluarkan dana atau dalam bahasa kita meminta dana butuh melalui proses yang panjang, seperti pengajuan proposal, surat-menyurat, lobi sana-sini, kl kita punya koneksi dengan instansi tersebut biasanya prosesnya tidak akan sampai berbulan-bulan.

Dan kl boleh sie.. itu dana di pergunakan untuk para psikolog, motivator, sekaligus aktivis Linux yang melakukan sosialisasi. Yang penting mereka nyaman dulu pake Linux, baru deh abis itu mo ngembangin lain-lainnya.

“Software open source ini sudah bisa diunduh melalui situs www.foss.web.id. Di dalamnya juga disertakan 40 program aplikasi yang bisa digunakan layaknya aplikasi yang ada di software proprietary,”

Seperti yang saya sampaikan diatas, lebih baik kita menargetkan untuk kebutuhan administrasi dan internet terlebih dahulu, karena memang kebutuhan tersebut yang paling banyak digunakan. nah abis semuanya bisa dan nyaman pake Linux, baru deh…

Waduh.. jangan2 saya cuman ngomong doank.. tapi jujur euy.. sakit juga ati ketika menerima kenyataan ternyata pengguna yang kita komporin downgrade ke Windows. Apalagi ga ada yang mo jadi donatur, cuman ngomong tok mo ngasih :D.

Referensi UGOS :

Category: Linux

18 Comments

Comment by Fuad Muftie

Tuesday, 7 August 2007 2:49 am

Maju terus aktifis linux & open source, kami masyarakat yg gak ngerti-ngerti amat ama namanya pemograman, coding, dll selalu menanti hasil karya Anda semua.

Alhamdulillah saya di rumah sudah pakai Ubuntu, meskipun di kantor masih pakai win :-(

Salam
Fuad Muftie

Comment by milisdad

Tuesday, 7 August 2007 4:05 am

OO skr gabung di UGOS. Kapan gabung atau ngembangin AmGOS (Amikom Go Open Source) ?
:)

Comment by Ajie

Tuesday, 7 August 2007 5:09 am

Pak Menteri asal ngomong aja sih, banyak yg kesal deh tuh :)

Comment by ayahshiva

Tuesday, 7 August 2007 7:11 am

ayo maju terus tetep semangat.

Comment by udienz

Tuesday, 7 August 2007 10:05 am

kita buktikan Omongan pak mentri melalui rilisnya BlankOn

Comment by zam

Tuesday, 7 August 2007 10:49 am

bener..

kalo cuma memigrasikan sistem ke open source itu gampang..

yang susah adalah mengedukasinya..

pokoke maju terus, dah!

Comment by Ai

Tuesday, 7 August 2007 9:17 pm

Waduh..pembahasan dan pertanyaan yg tingkat tinggi.
Aku belum sampe mas. :p

Comment by Anang

Tuesday, 7 August 2007 10:54 pm

halah.. maju terus mas!

Comment by andi bagus

Thursday, 9 August 2007 2:49 am

hidup open source..

Comment by devishanty

Thursday, 9 August 2007 9:12 am

ga ngerti

Comment by Mars

Thursday, 9 August 2007 1:36 pm

hah? barusan ngomong apa mas? ada siaran ulang gak? :P

Comment by aad

Friday, 10 August 2007 9:06 am

omongan pak mentri harusnya diambil hikmah positipnya…
anggap saja pak mentri ngomong kayak gitu karena menaruh harapan yang tinggi terhadap aktifis linuk

Comment by amien

Sunday, 12 August 2007 5:17 pm

emang susah ngerubah orang lain.. mungkin dari diri sendiri dulu, trus sekitar2 kita, saya baru 3 bulan pake ubuntu di warnet saya, banyak pengalaman yg macem2, ada orang yg begitu liat main cuman 5 menit trus ga balik lagi, ada yg tinggal pake bahkan ga tau klo mereka pake linux, ada yg penasaran, ada yg tanya2 dan pengen diinstall dirumahnya dll.. klo ada orang yg penasaran ini yg paling gampang dikomporin hehe.. tergantung kitanya, klo ngomporinnya bener mereka juga tertarik kok, ternyata banyak juga yg pengen halal loh..

Comment by agung

Monday, 13 August 2007 1:45 am

@ fuad
minimal mas fuad sudah mencoba :D

@ milisdad
iya.. aduh amgos, masih di pertanyakan juga

@ ajie
beberapa ada yang bener juga kok jie omongan pak menteri, tapi jauh lebih bagus kl pak menteri bisa mengeluarkan surat keputusan tentang migrasi open source yang sedikit menekan

@ ayahshiva, zam, anang, andi
sip.. maju terus euy…

@ udienz
kita tunggu blankon-nya mas

@ ai, devishanty, mars
he..he..

@ aad
yup.. kita memang harus mengambil hikmahnya, sekaligus tetep berjuang d open source

@ amien
yah.. kita sedang sama2 berjuang mas, berjuang merubah kebiasaan orang.

Comment by Redy

Sunday, 19 August 2007 12:20 pm

Hmm, pak Menteri pake Window$ karena wajarlah beliau bisa membeli lisensi M$ Window$. Atau karena malu karena (mungkin) pak Menteri juga ndak bisa pake Linux.

Bagiku masalah biaya bukanlah terlalu vital. Setuju bahwa masalahnya emang bagaimana mengubah kebiasaan dari pemakai bajakan, berubah menjadi pemakai software bebas. Satu hal yang memang jadi kendala adalah MALAS dan tidak mau belajar! Contohnya komentar mas Amien di atas, bahwa ada orang yang hanya memakai Linux 5 menit saja dan itu udah memperlihatkan kemalasan untuk tidak mau mencoba dan belajar.

-CMIIW-

Comment by adi

Friday, 24 August 2007 10:22 pm

AmGOS? Apa ga lebih bagus AmiGOS?
salam kenal

Comment by budi

Tuesday, 28 August 2007 4:10 am

mas.. kayaknya emang lamban.. di UGM sendiri… masih banyak fakultas dan bagian yang menggunakan windows karena berbagai masalah antara lain: - interface kalo di windows bernama windows explorer dengan banyak kemudahan tetapi kalo dilinux untuk hal semacam ini masih kurag mengenakkan, gimana kalo anda bersama rekan2 di ugos menyediakan plugin semacam explorer.
- kompatibilitas dengan dengan hardware yang kurang, misalnya dengan printer canon yang drivernya harus beli, walaupun di internet banyak tutorialnya tapi untuk printer yang baru juga tidak bisa diterapkan.
- untuk tampilan ke LCD proyektor bergoyang. semoga hal ini bisa membangun komunitas opensource

Comment by arisuke

Tuesday, 13 November 2007 5:04 am

Setuju banget. terpenting adalah merubah kebiasaan orang dari pola pikir windows ke linux.

Maju trus..!!

Hm… para menteri apa jg mau ngasih contoh pakai linux ya?? *berharap..

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Author

Agung "raxephonix" Blog merupakan tempat melampiaskan seluruh emosi, hoby, mempelajari hal baru dan hal-hal yang ditujukan untuk saling berbagi.About me..

Contact:
agungx2@gmail.com status YM