Avatar

agung “Raxephonix” Blog

Hidup sekarang dan tersenyum untuk masa depan

Anime, Tokusatsu dan Kesalahan Stasiun TV Indonesia

Mungkin sudah bukan rahasia umum lagi, jika sebagian besar mengganggap bahwa anime atau biasa di sebut film kartun jepang diistilahkan sebagai tontonan anak kecil. Seperti film, anime sendiri juga terdiri dari beberapa genre seperti drama, fantasy, action, sci-fi, komedi, dewasa, dsb. Sama halnya juga dengan tokusatsu.

Salah kaprah tentang anime dan tokusatsu memang membuat pandangan sebagian orang terhadap mereka yang memiliki hoby nonton anime dan tokusatsu menjadi negatif. Sebenarnya juga tidak bisa menyalahkan mereka. Tapi secara extrem mereka -tidak menyukai anime dan toku- menyama ratakan semua genre dalam anime dan tokusatsu menjadi sejajar, yaitu untuk anak kecil. -he-

Kesalahan sebenarnya terletak pada stasiun TV yang menayangkan anime tersebut. Saya akan menjabarkan letak kesalahan dari kebayakan stasiun TV di indonesia.

  • Persepsi tentang film kartun dan anime, Jika kita melihat lebih jauh tentang film kartun klasik seperti snow white, cinderela, tentunya sudah jauh berbeda bukan. Jika anda melihat ada perbedaan besar antara animasi jepang dan amerika. Animasi amerika kebanyakan mempertahakan kesan 2D sementara jepang lebih menyukai menggabungkan kedua unsur 3D dan 2D, jadilah anime.Kalo saya lebih suka menyebutnya sekarang sebagai film animasi, atau bisa juga ditulis anime. Film kartun memberikan “momok” bahwa ini adalah tontonan anak kecil. Lalu bagaimana dengan film incredible, ant bull, dsb ? Film untuk anak kecil kah… bukan kah ini bisa ditonton oleh semua umur.
  • Anime sebagai Sinema anak, dari judul saja sudah keliatan kan untuk anak kecil. disini juga sebenarnya pihak stasiun TV juga salah. Judul yang tepat adalah film animasi atau anime. Indosiar merupakan stasiun yang sangat sering menayangkan anime, namun peletakan judul terhadap acara anime-anime ini sangatlah tidak tepat.
  • Gundam Seed Destiny merupakan serial anime yang paling sering ditayangkan di indosiar, mulai dari tayangan Gundam Wing, Gundam Seed sampai sekarang Gundam Seed Destiny. Jika anda mengikuti serial anime ini, sebenarnya unsur yang ditayangkan oleh anime ini adalah seputar POLITIK dan MILITER. Perang, Robot (Mecha), hanyalah bumbu sehingga tayangan ini bisa di tonton oleh semua umur. Semua produk anime gundam bisa dibilang adalah star wars-nya jepang. Atau amerika yang terinspirasi dengan anime ini, sehingga muncullah star wars :).

  • Penempatan Rating, Saya yakin betul anda pernah melihat tayangan2 yang menampilkan rating semua umur (SU), dewasa (D) dan bimbingan orang tua (BO). Sebenarnya ini juga hal yang harus ada di film anime, tapi banyak juga dari stasiun TV yang melupakan hal ini. saya sangat menghargai betul dengan Global TV yang meletakkan Naruto pada rating SU.

Lalu bagaimana dengan Tokusatsu ?
Tokusatsu atau bisa juga disebut Live Action merupakan film yang dimainkan oleh manusia yang bersifat kepahlawanan atau bertema super hero dengan menggunakan teknologi animasi terbaru, baik spesial efek, 3D, dsb.

Di amerika yang tergolong dalam Live Action (Tokusatsu) sangat banyak, seperti Kill Bill, The Matrix, Spiderman, Trasformers, TMNT, Ghost Rider, Fantastic 4, Hulk, Star Wars, 300, TLOTR, dsb. Jika anda menyukai film ini sebenarnya secara tidak langsung, suka tidak suka, anda sama dengan kami para hobies anime dan tokusatsu. Namun sudut pandang kita berbeda, anda lebih berat ke amerika, sementara kami ke jepang.

Dan Film di matrix sendiri juga terinspirasi dari anime Ghost In The Shell.

Anime yang diangkat ke Live Action pun sudah cukup banyak, seperti :

1. Casshern (diangkat dari anime casshern)
2. Shinobi (dari anime Basilisk -versi animenya banyak menonjolkan unsur sex, nudity dan darah-)
3. Devil Man (dari anime Devilman)
4. Death Note & Death Note The Last Name (diangkat dari manga dan anime Death Note)
5. DOA (diangkat dari Game Death Or Live) - tapi saya tidak terlalu suka film ini selain penjiwaan dari para karakter yang tidak pas, juga terlalu mengekspos tubuh wanita -
6. Blood The Last Vampire (dari anime Blood) - Comming Soon -
7. Dan masih banyak lagi.

Saya yakin lebih banyak yang menyukai Live Action yang diangkat dari anime daripada menonton animenya sendiri.

Jadi siapa yang patut disalahkan ? ga ada, kita cuman punya sudut pandang yang berbeda. Tentu saja teman yang memiliki hoby anime dan tokusatsu merasa risih jika dibilang “anak kecil”. Namun ketidaksukaan seseorang terhadap film kartun (animasi) pun juga tidak bisa disalahkan. Lah… yang namanya ga suka, kl dipaksain suka tetep aja ga bisa.

Intinya teman-teman yang memiliki hoby nonton anime dan toku pun tidak selamanya anak kecil.

[Adsense] Kesalahan dalam pemilihan nama domain Wubuntu - Menjalankan ubuntu via web

17 comments so far

  1. rommy
    #1

    kalau saya, anime bikin imajinasi anak-anak semakin berkembang, belajar mempunyai empati, dan mampu mengenal beragam karakter manusia..

    heehehe

    daripada sinetroooon..wah malah lebih parah tuh..

  2. Nisa
    #2

    hahaha.. iya….
    sebetulnya yang bilang anime itu buat anak kecil adalah: ORANGYANGGAKPERNAHTAUKALAUANIMEADAYANGECCHIATAUHENTAI!! wakakaka.. :p

    aku juga angkat tangan nonton gundam…
    rada rumit ceritanya… makanya ngantuk. :p

  3. zam
    #3

    mana postingan ttg public_key-nya??

    sudah ndak sabar, saya…

    :D

  4. boku_baka_desu
    #4

    emang cerita jadul kalo stasiun tipi sini pikirannya buntet, narrow minded.
    coba mereka suruh nayangin Gantz.. atau apa gitu yang dewasa bgt.. :)

  5. walahwalah
    #5

    kalo saya suka nonton animenya dari pada live action, entah kadang gak pas ma karakter yang terlanjur terbentuk di anime….. naruto shinpuden lom tambah lagi ya….? download2….

  6. aad
    #6

    nek aku pancen nggak doyan anime de ka ka .. jadi ya cuek aja…

  7. Ai
    #7

    iya betul..
    sebenernya persepsi seseorang itu kan terkadang belum tentu bener..

    contohnya kayak ukuran cantik buat perempuan, ga semua cowok bilang bahwa yang cantik itu yg idungnya mancung, yg mirip artis, yang kulitnya mulut dan badannya proporsional kan?

    Ada beberapa yang berpikiran justru bahwa seorang wanita berbehel, berbadan endut, kulitnya item manis lebih enak diliat. Dan lebih terlihat cantik.

    Sama kayak kita, yang emang udah dasarnya beda pemikiran. Ukuran film itu layak atau ngganya ditonton sama anak kecil pastinya beda antara manusia yang satu dgn manusia yg lainya.

    Karena kebanyakan persepsi yg kerja di stasiun tv itu, menganggap bahwa anime adalah film anak2. Akibatnya masyarakatpun ga ragu untuk menganggapnya demikian.

    Upz, maaf kepanjangan mas.. :p

  8. munggur
    #8

    kembali ke penontonnya sendiri. juga orangtuanya…

    salam kenal sekalian…

  9. devishanty
    #9

    ini repost ya? kayanya pernah baca deh..

  10. Leo
    #10

    Banyak film yg diangkat dari anime malah gagal dipasaran karena dijadiin Live Action, sudah ceritanya dipaksaain dan terlalu ngikutin cerita aslinya, trus pemilihan cast yg banyak yg gak cocok

  11. raxephonix
    #11

    # 1
    iya saya emang termasuk yang tdk menyukai sinetron

    # 2
    Basic cerita GUndam emang lebih ke militer dan politik, jadi action hanya bumbu dari anime tersebut. layaknya film star wars

    # 3
    sudah Q update di : http://agung.getux.com/2007/06/02/reboot-dan-halt-komputer-lab-yang-menggunakan-linux/

    # 4
    ditayangin plus disensor… karena emg di statiun TV anime masih dianggap sebagai sinema anak :((.

    # 5, 10
    memang hanya beberapa live action yang berkualitas.. mungkin karena pengaruh biaya dan cerita ato bisa juga permintaan dari sponsor

    # 6
    iya saya bisa memahami posisi anda :d

    # 7
    iya perbedaan sudut pandang Ai

    # 8
    semuanya emang harus kembali ke penontonnya juga…

    # 9
    Q emang pernah bikin tulisan dengan tema sama tapi beda m yang ini.. tapi tulisan ini juga pernah tak posting di http://onegai-shelter.com

  12. galih
    #12

    Bagaimana dengan genre h3nt*i? :D

  13. raxephonix
    #13

    # 12
    yah.. itu mah pasti disensor kl dtayangin :D. tapi khusus penggemar bisa download ato mencari di fansub H

  14. Nilla
    #14

    Aku sih emang jarang2 nonton anime atau kartun Jepang. Tp kalo menurut aku, anime itu seru jg karena kadang ada unsur komedinya! ;) Jd, sangat wajar kalo yg suka bukan anak kecil aja, tp jg orang dewasa!

  15. boris
    #15

    menurut saya sih bukan cuma tv stationnya tapi juga orang tua yang umurnya lebih dari 40-an karena waktu jamannya yang namanya kartun itu buat anak-anak, ortu saya aja masih ngatain saya anak kecil kalo nonton tokusatsu. Jadi selama tv station isinya orang tua yang nggak mengerti kalo anime dan toku itu ada yang buat anak-anak ada yang buat dewasa yang tv kita masih akan tetep seperti ini.

  16. Vicky
    #16

    Ortu saya kayaknya ngerti perbedaan rating pada setiap Anime, padahal mereka bukan orang yang gemarmenonton TV. Lucu sekali lihat wajah ayah kaget lihat kepala Pilot ‘MS Dagger OMNI Enforcer’ terpotong ‘Panzerchneider’ di Anime Gundam Seed Destiny,ayah bilang “Sadis banget, ternyata bukan buat anak ya?”,sampai-sampai aku ngungsi nonton dikamar ayah (TV satu lagi disana)biar nggak ditonton sepupu2 (8 th,7 th,dan 4 th). tapi waktu nonton Anime Keroro Gunsho, ayah ikutan ketawa dan bilang “Ini mah buat anak-anak atuh!”. Artinya,jika orang yang mengerti pasti bisa ‘pilih-pilih’Anime yang pas…..Buat anak kok coba-coba? ^^

  17. Tio
    #17

    wah ku sering nonton anime tapi bukan di tv indonesia karena terlalu banyak yang di cekal contohnya naruto…..

    Dan juga adegan kira dan lacus pas pembukaan gundam seed destiny ja ga ada?

    Di indonesia pasti setiap tontonan yang menarik sering dicekal…..

    Makanya q kadang2 ja kalau nonton anime di tv indo!!!

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

One Trackback/Ping