Thursday, 7 June 2007 2:36 pm

Anime, Tokusatsu dan Kesalahan Stasiun TV Indonesia

Agung Nugroho - Agung "Raxephonix" Blog

Mungkin sudah bukan rahasia umum lagi, jika sebagian besar mengganggap bahwa anime atau biasa di sebut film kartun jepang diistilahkan sebagai tontonan anak kecil. Seperti film, anime sendiri juga terdiri dari beberapa genre seperti drama, fantasy, action, sci-fi, komedi, dewasa, dsb. Sama halnya juga dengan tokusatsu.

Salah kaprah tentang anime dan tokusatsu memang membuat pandangan sebagian orang terhadap mereka yang memiliki hoby nonton anime dan tokusatsu menjadi negatif. Sebenarnya juga tidak bisa menyalahkan mereka. Tapi secara extrem mereka -tidak menyukai anime dan toku- menyama ratakan semua genre dalam anime dan tokusatsu menjadi sejajar, yaitu untuk anak kecil. -he-

Kesalahan sebenarnya terletak pada stasiun TV yang menayangkan anime tersebut. Saya akan menjabarkan letak kesalahan dari kebayakan stasiun TV di indonesia.

  • Persepsi tentang film kartun dan anime, Jika kita melihat lebih jauh tentang film kartun klasik seperti snow white, cinderela, tentunya sudah jauh berbeda bukan. Jika anda melihat ada perbedaan besar antara animasi jepang dan amerika. Animasi amerika kebanyakan mempertahakan kesan 2D sementara jepang lebih menyukai menggabungkan kedua unsur 3D dan 2D, jadilah anime.Kalo saya lebih suka menyebutnya sekarang sebagai film animasi, atau bisa juga ditulis anime. Film kartun memberikan “momok” bahwa ini adalah tontonan anak kecil. Lalu bagaimana dengan film incredible, ant bull, dsb ? Film untuk anak kecil kah… bukan kah ini bisa ditonton oleh semua umur.
  • Anime sebagai Sinema anak, dari judul saja sudah keliatan kan untuk anak kecil. disini juga sebenarnya pihak stasiun TV juga salah. Judul yang tepat adalah film animasi atau anime. Indosiar merupakan stasiun yang sangat sering menayangkan anime, namun peletakan judul terhadap acara anime-anime ini sangatlah tidak tepat.
  • Gundam Seed Destiny merupakan serial anime yang paling sering ditayangkan di indosiar, mulai dari tayangan Gundam Wing, Gundam Seed sampai sekarang Gundam Seed Destiny. Jika anda mengikuti serial anime ini, sebenarnya unsur yang ditayangkan oleh anime ini adalah seputar POLITIK dan MILITER. Perang, Robot (Mecha), hanyalah bumbu sehingga tayangan ini bisa di tonton oleh semua umur. Semua produk anime gundam bisa dibilang adalah star wars-nya jepang. Atau amerika yang terinspirasi dengan anime ini, sehingga muncullah star wars :).

  • Penempatan Rating, Saya yakin betul anda pernah melihat tayangan2 yang menampilkan rating semua umur (SU), dewasa (D) dan bimbingan orang tua (BO). Sebenarnya ini juga hal yang harus ada di film anime, tapi banyak juga dari stasiun TV yang melupakan hal ini. saya sangat menghargai betul dengan Global TV yang meletakkan Naruto pada rating SU.

Lalu bagaimana dengan Tokusatsu ?
Tokusatsu atau bisa juga disebut Live Action merupakan film yang dimainkan oleh manusia yang bersifat kepahlawanan atau bertema super hero dengan menggunakan teknologi animasi terbaru, baik spesial efek, 3D, dsb.

Di amerika yang tergolong dalam Live Action (Tokusatsu) sangat banyak, seperti Kill Bill, The Matrix, Spiderman, Trasformers, TMNT, Ghost Rider, Fantastic 4, Hulk, Star Wars, 300, TLOTR, dsb. Jika anda menyukai film ini sebenarnya secara tidak langsung, suka tidak suka, anda sama dengan kami para hobies anime dan tokusatsu. Namun sudut pandang kita berbeda, anda lebih berat ke amerika, sementara kami ke jepang.

Dan Film di matrix sendiri juga terinspirasi dari anime Ghost In The Shell.

Anime yang diangkat ke Live Action pun sudah cukup banyak, seperti :

1. Casshern (diangkat dari anime casshern)
2. Shinobi (dari anime Basilisk -versi animenya banyak menonjolkan unsur sex, nudity dan darah-)
3. Devil Man (dari anime Devilman)
4. Death Note & Death Note The Last Name (diangkat dari manga dan anime Death Note)
5. DOA (diangkat dari Game Death Or Live) - tapi saya tidak terlalu suka film ini selain penjiwaan dari para karakter yang tidak pas, juga terlalu mengekspos tubuh wanita -
6. Blood The Last Vampire (dari anime Blood) - Comming Soon -
7. Dan masih banyak lagi.

Saya yakin lebih banyak yang menyukai Live Action yang diangkat dari anime daripada menonton animenya sendiri.

Jadi siapa yang patut disalahkan ? ga ada, kita cuman punya sudut pandang yang berbeda. Tentu saja teman yang memiliki hoby anime dan tokusatsu merasa risih jika dibilang “anak kecil”. Namun ketidaksukaan seseorang terhadap film kartun (animasi) pun juga tidak bisa disalahkan. Lah… yang namanya ga suka, kl dipaksain suka tetep aja ga bisa.

Intinya teman-teman yang memiliki hoby nonton anime dan toku pun tidak selamanya anak kecil.

Category: Tokusatsu, Anime, Opinion

16 Comments

Comment by rommy

Thursday, 7 June 2007 3:45 pm

kalau saya, anime bikin imajinasi anak-anak semakin berkembang, belajar mempunyai empati, dan mampu mengenal beragam karakter manusia..

heehehe

daripada sinetroooon..wah malah lebih parah tuh..

Comment by Nisa

Thursday, 7 June 2007 8:33 pm

hahaha.. iya….
sebetulnya yang bilang anime itu buat anak kecil adalah: ORANGYANGGAKPERNAHTAUKALAUANIMEADAYANGECCHIATAUHENTAI!! wakakaka.. :p

aku juga angkat tangan nonton gundam…
rada rumit ceritanya… makanya ngantuk. :p

Comment by zam

Friday, 8 June 2007 2:39 am

mana postingan ttg public_key-nya??

sudah ndak sabar, saya…

:D

Comment by boku_baka_desu

Friday, 8 June 2007 8:39 am

emang cerita jadul kalo stasiun tipi sini pikirannya buntet, narrow minded.
coba mereka suruh nayangin Gantz.. atau apa gitu yang dewasa bgt.. :)

Comment by walahwalah

Saturday, 9 June 2007 6:27 am

kalo saya suka nonton animenya dari pada live action, entah kadang gak pas ma karakter yang terlanjur terbentuk di anime….. naruto shinpuden lom tambah lagi ya….? download2….

Comment by aad

Saturday, 9 June 2007 11:10 am

nek aku pancen nggak doyan anime de ka ka .. jadi ya cuek aja…

Comment by Ai

Sunday, 10 June 2007 3:57 am

iya betul..
sebenernya persepsi seseorang itu kan terkadang belum tentu bener..

contohnya kayak ukuran cantik buat perempuan, ga semua cowok bilang bahwa yang cantik itu yg idungnya mancung, yg mirip artis, yang kulitnya mulut dan badannya proporsional kan?

Ada beberapa yang berpikiran justru bahwa seorang wanita berbehel, berbadan endut, kulitnya item manis lebih enak diliat. Dan lebih terlihat cantik.

Sama kayak kita, yang emang udah dasarnya beda pemikiran. Ukuran film itu layak atau ngganya ditonton sama anak kecil pastinya beda antara manusia yang satu dgn manusia yg lainya.

Karena kebanyakan persepsi yg kerja di stasiun tv itu, menganggap bahwa anime adalah film anak2. Akibatnya masyarakatpun ga ragu untuk menganggapnya demikian.

Upz, maaf kepanjangan mas.. :p

Comment by munggur

Monday, 11 June 2007 8:59 am

kembali ke penontonnya sendiri. juga orangtuanya…

salam kenal sekalian…

Comment by devishanty

Monday, 11 June 2007 9:41 am

ini repost ya? kayanya pernah baca deh..

Comment by Leo

Monday, 11 June 2007 6:23 pm

Banyak film yg diangkat dari anime malah gagal dipasaran karena dijadiin Live Action, sudah ceritanya dipaksaain dan terlalu ngikutin cerita aslinya, trus pemilihan cast yg banyak yg gak cocok

Comment by raxephonix

Tuesday, 12 June 2007 2:23 am

# 1
iya saya emang termasuk yang tdk menyukai sinetron

# 2
Basic cerita GUndam emang lebih ke militer dan politik, jadi action hanya bumbu dari anime tersebut. layaknya film star wars

# 3
sudah Q update di : http://agung.getux.com/2007/06/02/reboot-dan-halt-komputer-lab-yang-menggunakan-linux/

# 4
ditayangin plus disensor… karena emg di statiun TV anime masih dianggap sebagai sinema anak :((.

# 5, 10
memang hanya beberapa live action yang berkualitas.. mungkin karena pengaruh biaya dan cerita ato bisa juga permintaan dari sponsor

# 6
iya saya bisa memahami posisi anda :d

# 7
iya perbedaan sudut pandang Ai

# 8
semuanya emang harus kembali ke penontonnya juga…

# 9
Q emang pernah bikin tulisan dengan tema sama tapi beda m yang ini.. tapi tulisan ini juga pernah tak posting di http://onegai-shelter.com

Comment by galih

Tuesday, 12 June 2007 3:38 am

Bagaimana dengan genre h3nt*i? :D

Comment by raxephonix

Tuesday, 12 June 2007 5:40 am

# 12
yah.. itu mah pasti disensor kl dtayangin :D. tapi khusus penggemar bisa download ato mencari di fansub H

Comment by Nilla

Tuesday, 12 June 2007 5:43 am

Aku sih emang jarang2 nonton anime atau kartun Jepang. Tp kalo menurut aku, anime itu seru jg karena kadang ada unsur komedinya! ;) Jd, sangat wajar kalo yg suka bukan anak kecil aja, tp jg orang dewasa!

Comment by boris

Sunday, 16 September 2007 12:04 pm

menurut saya sih bukan cuma tv stationnya tapi juga orang tua yang umurnya lebih dari 40-an karena waktu jamannya yang namanya kartun itu buat anak-anak, ortu saya aja masih ngatain saya anak kecil kalo nonton tokusatsu. Jadi selama tv station isinya orang tua yang nggak mengerti kalo anime dan toku itu ada yang buat anak-anak ada yang buat dewasa yang tv kita masih akan tetep seperti ini.

Pingback by agung “Raxephonix” Blog » Kamen Rider kena KPI

Thursday, 15 May 2008 8:09 am

[…] karena berita-nya sudah dimana2 dan masuk milis id-anime juga. Tulisan tersendiri tentang Anime, Tokusatsu dan kesalahan stasiun TV : Anime sebagai Sinema anak, dari judul saja sudah keliatan kan untuk anak kecil. disini juga […]

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Author

Agung "raxephonix" Blog merupakan tempat melampiaskan seluruh emosi, hoby, mempelajari hal baru dan hal-hal yang ditujukan untuk saling berbagi.About me..

Contact:
agungx2@gmail.com status YM