Tuesday, 27 March 2007 6:35 am
Jiwa anak kecil yang terlupakan
Agung Nugroho - Agung "Raxephonix" Blog
Terkadang kita memang telalu sibuk dengan aktivitas-aktivitas baik itu kerja, kuliah, bisnis, sehingga kita melupakan jiwa anak kecil yang sebenarnya patut ada didalam diri kita. Bahkan terkadang kita juga lupa untuk selalu sedikit bersantai dan menyisakan waktu bersama adik ato bahkan anak. Melihat sifat kekanak-kanakan mereka tentunya merupakan hal yang menyenangkan walaupun kadang juga menyebalkan, “dasar anak kecil”, begitu kilah kita ketika mereka bikin sebel kita. Padahal ada kebahagian sendiri jika kita mau menyisakan waktu bersama mereka menarik kembali jiwa anak kecil yang memang sudah lama terlupakan.
Jiwa anak kecil, saya yakin semua orang dewasa memiliki jiwa ini. Misalkan pernahkah pacar anda manja kepada anda ?, pernahkah anda manja dengan ibu atau ayah anda ?, pernahkah anda melihat barang2 yang unik/lucu kemudian membelinya/mengoleksi ?, apakah anda suka mengoleksi miniatur pesawat, motor, mobil, dsb ? dari sini sebenarnya sudah terlihat bahwa jiwa anak kecil telah lama ada dalam kedewasaan kita, namun kadang kita terlalu acuh dengan hal ini.
Jiwa anak kecil sebenarnya sangat diperlukan dalam kedewasaan kita. beberapa jiwa anak kecil yang patut ada seperti :
- Keingin tahuan yang tinggi, dia suka dengan hal2 yang merangsang adrenalinenya untuk mencari dan berexperiment.
- Jatuh dan bangkit, coba anda bayangkan ketika anda belajar berjalan, belajar sepeda, lihatlah ketika anda jatuh, kemudian menangis dan anda pun selalu bangkit/berdiri lagi. sementara dalam realitasnya kita sebagai orang dewasa lupa akan hal ini, ketika kita gagal, kita justru berputus asa. ketika ada masalah kita cenderung lari dari masalah, misal ketika kita sedang menghadapi masalah, kita lebih suka mencari tempat sunyi, nonton, ato hal-hal lain yang membuat kita melupakan masalah tersebut.
- Selalu tersenyum, yah… ini merupakan senjata ampuh awet muda, ga jarang kenapa banyak orang yang sudah berumur tapi tetap awet muda.
- Berimaginasi, imaginasi merupakan hal yang penting, karena dengan berimaginasi kita dapat memunculkan ide-ide cermelang, dan menggunakan ide-ide tersebut untuk menciptakan hal-hal yang positif.
Jadi kita jangan sampai menyalah artikan sikap kekanak-kanakan seseorang, apalagi sampai menjustifikasi mereka anak kecil. Ada kalanya kita perlu berada dalam kondisi dan posisi mereka, sehingga kita bisa menghargai mereka dan menyimpulkan sesuatu dengan fakta dan kenyataan di lapangan.
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Digg
Comment by -tikabanget-
Tuesday, 27 March 2007 8:22 pm
susah jadi anak kecil.. (loh?)
Comment by zam
Wednesday, 28 March 2007 9:19 am
ya, sampai ada istilah: i don’t wanna grow up! ![]()
Comment by Aya
Wednesday, 28 March 2007 2:02 pm
Setuju mas Agung. Tentu saja setiap orang memiliki sisi kanak2 didalam diri mereka hanya tingkatan kadarnya yg berbeda2 tergantung faktor personality siempunya dan lingkungan yg mensupportnya. Kalo kadarnya masih wajar dan sesuai tingkat perkembangan psikologis seseorang ya sah-sah saja, namun kalo terlalu banyak sifat kanak2 dalam dirinya malah bisa disebut “REGRESI” atawa tumbuh tapi gak berkembang^_^ contoh nyata “A girl called Aya” hiks…..
Comment by raxephonix
Saturday, 31 March 2007 6:57 am
# Zam, tika, aya
sebenarnya tergantung gimana kita bisa menempatkan jiwa kekanakan tersebut kok.. jadi bagaimana pun keadaannya kita tetep butuh jiwa tersebut.
Comment by Ai
Saturday, 31 March 2007 11:05 am
nice posting..
mungkin seseorang yg lupa akan masa kecilnya..menganggap bahwa jiwa anak kecil itu hanyalah kekanakan semata..padahal banyak hal yg bs kita pelajari dr mereka..
ketulusan..itu yg sering luput..
Andaikan..kita mampu setulus mereka…
Comment by Leo
Saturday, 31 March 2007 8:00 pm
Yang penting jangan kecil2 udah ngobyek
Comment by Madsyair
Tuesday, 3 April 2007 5:13 am
Asalkan jiwa kecil ada di saat yang tepat, fine2 aja tuh. Tapi kalau misalnya ketika di kantor, jiwa kanak2 muncul, jadi berabe.salam kenal