Menjadi blogger bukanlah perkara yang mudah, karena disamping manajemen waktu, ternyata kita juga dituntut untuk menghasilkan sebuah tulisan yang “enak” dan “reyah” dibaca. Bahkan mengajak seseorang untuk mulai berbagi atau istilahnya sharing sangat sulit, “belum dapat inspirasi”, begitulah salah satu argument teman saya. Padahal teman saya memiliki pengetahuan yang sangat besar manfaatnya bagi semua. Inspirasi memang perlu, tetapi semangat untuk memulai jauh lebih menjadi api yang membakar inspirasi tersebut. Tanpa adanya keinginan dan semangat untuk memulai, inspirasi ga kan pernah datang.
Bagi saya dan mungkin teman2 lain, blog hanyalan sebagai hobi, brainstorming, dan tempat berbagi dan berkeluh kesah serta menghasilkan tulisan yang mudah “dicerna”. Tidak pernah terpikirkan untuk menjadikannya sebuah profesi. Saya masih ingat betul saat pertama kali mengenal blogger dari teman-teman KPLI Jogja seperti mas willy, dedi, jaya, dan alex. Orang2 inilah yang menjadi “racun positif” waktu itu.
Tahun 2004, saya masih belum begitu serius untuk menjadi blogger. Dan KPTU tempat saya biasa nongkrong untuk ngenet gratis dan sharing dengan teman2 KPLI Jogja, menjadi tempat pertemuan saya dengan mas Wawan (anak adsense-id), seorang blogger dan web programmer yang mencari penghasilan dari blog. Dari blog dan adsense dia mendapatkan panghasilan sekitar $300 – $1000, dan salah satu blog aktifnya yaitu notebook-review.blogspot.com. Dan saking seriusnya dia sampe molor kuliah.
Yah… dialah yang menjadi motor penggerak pertama semangat saya ngeblog, dan awal dari kemunculan blog pertama saya. dan kemudian saya juga ikut2an bikin blog hanya untuk tujuan adsense atau keuntungan belaka, hingga akhirnya bosen sendiri. Perbedaan saya dan dia hanyalah pada ketekunan, dan keinginan untuk menghasilkan tulisan yang dapat bermanfaat bagi orang lain, walaupun tetap ada nilai lebih. Dan baru tahun 2006 kemaren, saya serius ngeblog.
Bulan maret ini, saya bener2 terkejut, bahkan saya berfikir bahwa “orang ini gila kali ya”, “syaraf otaknya putus kalee ya”. Keputusan “gila” mas budi putra adalah berani meninggalkan pekerjaannya yang mapan sebagai wartawan tempo, dan lebih memilih menjadi jurnalis independent dan full time blogger. Mas budi telah berani mengambil sebuah langkah yang tidak semua orang sanggup melakukannya. Beberapa temannya seperti mas kuncoro, mardiyah, unspun, maverick, JaF dan mas dodi turut mendukungnya walaupun terkadang saya sendiri masih diliputi pertanyaan “Trus cari duit buat ngidupin anak, istri dari mana ?”, “Apa dengan hanya ngeblog aja cukup ?”. Saya yakin betul keputusan mas budi menjadi pro dan kontra dikalangan teman, sahabat dan saudara2nya. Tapi mas budi telah memiliki keyakinan penuh dengan keputusannya.
Mas budi putra mungkin dapat memulai langkah seperti teman saya tersebut, dengan adsense atau iklan-iklan gratis lain yang menghasilkan keuntungan bagi pemilik blog, atau juga bermain FOREX. Dan saya yakin betul mas budi sanggup untuk melakukan langkah ini mengingat latar belakangnya sebagai jurnalis, semangat dan keyakinan mas budi yang “gila”. Apa mau dikata, sejarah memang selalu dimulai dengan hal-hal yang “gila”.
Saya rasa semangat dan keyakinan mas budi perlu menjadi contoh buat para blogger yang lain.
Mohon bantuannya mas budi untuk saya dan teman2 lain yang baru memulai menjadi seorang blogger.







