Wednesday, 6 December 2006 8:02 am
Lagi-lagi video pribadi
Agung Nugroho - Agung "Raxephonix" Blog
Berita mengenai video shurrr….. antara ME dan YZ sudah mulai tersebar di internet, berita infotaiment dan gossip pun juga ikut heboh dengan video anggota DPR dari fraksi golkar ini. Beberapa tim khusus pun juga ikut dibentuk untuk menyelidiki kasus ini. dan seperti kasus-kasus video shur… lain, Roy Suryo pun angkat bicara.
Saya kadang tidak habis fikir, mulai dari anak SMP, SMA, Mahasiswa, Artis dan bahkan sekarang seorang yang nota bene pejabat juga ikut tren membuat video. entah atas dasar sekedar iseng, coba-coba atau benar-benar ingin didokumentasikan tetap saja semuanya jatuh pada lubang yang sama “terexpose ke public” dan biasanya menyebar melalui internet baik dalam format video 3gp, rm, atau pun dalam format digital. Kebanyakan memang dalam bentuk 3gp mengingat harga ponsel yang mendukung video recoder sudah sangat murah sekarang, tapi dengan mengorbankan kualitas (Very Low Quality). tp lumayan juga sih buat narsis-narsis-an.
Dengan kondisi ini, saya kadang merasa aneh… masak sih… semua kasus selalu dalam skenario yang sama. Ngerekam video -> disimpan dalam HP -> Terexpose -> Keluar alasan “sebenarnya itu adalah video untuk koleksi pribadi” -> Kasus ditutup. eh… ga’ lama kemudian malah kejadian lagi. yah.. wajar aja sih pemilik video beragurment bahwa si penyebar video yang salah. dan pada realitasnya memang yang menyebarkan jarang yang ketangkap.
Kesalahan terbesar sebenarnya terletak pada si pembuat video, video yang tersimpan di HP memang sangat mudah dipindah tangankan baik melalui koneksi infra red antar hp, bluetooth, atau transfer melalui kabel data via kompie. Sekarang tergantung dari si pemilik seberapa aman dia menyimpan video tersebut. tapi kebanyakan tabiat buruk dari si pemilik lupa menyimpan video tersebut, istilahnya abis maen -> capture -> selesai -> lupa di amankan, ketika terexpose “oiya… lupa “. yah… maklum lah namanya juga nafsu…
Kl pun dia bermaksud mendokumentasikan video tersebut menggunakan jasa orang lain, harusnya dia berfikir 2 kali. Karena memang video-video seperti ini bisa bikin orang meleng dan lupa diri. Cara yang paling ampuh adalah dengan belajar video editing dan transfer data, kemudian di back up. duh… kayaknya kalo disuruh belajar udah susah, maklum kebanyakan mesum memang bikin orang jadi males belajar.
Dan mengenai alasan “buat koleksi pribadi”, harusnya kl emang pengen bikin koleksi yang berkualitas donk… sewa sutradara film porno professional aja sekalian.
BTW saya bukan sutradara film porno ataupun hoby mengoleksi video esek-esek, saya cuman bosen denger kejadian yang sama dan gobloknya lagi si pemilik selalu kecolongan serta penyebar ga pernah ketangkep. ok. kita lihat aja beberapa tahun lagi, apa ada kejadian yang sama lagi..
Category: Opinion
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Digg
Comment by Aya
Monday, 11 December 2006 7:00 am
Weits…aya kira cuman aya doang yg narsis, ternyata masih ada toh yg lebih…..
YZ ma ME…ke laut aja deh!!!!
ME lebih parah, ngebeberin aib sendiri demi popularitas, ampe pake acara Road to Show segala, benci deh Ike…..(dgn gaya bencong)
Comment by boku_baka
Monday, 11 December 2006 7:50 am
DPR kita emang jempolan. Bukan cuma dalam politik aja, bahkan dalam ML pun memberikan contoh ke publik.
hidup DPR!!!
*sedang mabok*
Comment by kus
Wednesday, 13 December 2006 1:35 am
Nabi Yahya dipenggal lehernya untuk dipersembahkan ke seorang pelacur, ironisnya Yahya Indonesia menekukkan kepalanya di bawah kaki pelacur!
naudzubillah