emosi mengalahkan akal sehat
Categories: Personal
Written By: agung
Hari jum’at 29 April 2005, aku mendapatkan sesuatu yang menarik dari sebuah buku “The Cashflow Quadrant” karangan Robert T. Kiyosaki. Suatu hal yang mungkin telah merasuk menjadi diriku dan merubahku menjadi seseorang yang bukan “be mayself”. Dalam kenyataan dan pengalaman yang kuhadapi memang terbukti bahwa emosi lebih kuat dibandingkan otak rasional kita. Saat emosi mulai merasuki diri kita, maka rasionalitas akan tertutup oleh kenyataan emosional kita tersebut. Hal ini merupakan yang pernah saya alami dan benar-benar terjadi dalam setiap peristiwa kehidupan. Ok. Sebagian orang (termasuk saya) pasti pernah mengalami hal berikut :
Mengatakan sesuatu pada saat kita marah yang akhirnya perkataan tersebut kita sesali. Dalam hal ini hati nurani kita sebenarnya tidak ingin merngatakannya, namun apa boleh buat ternyata emosi dan kemarahan kita telah menutup hati kecil kita yang sebenarnya mengatakan tidak.
kita tertarik dengan seseorang yang jelas bukan yang terbaik untuk kita….. namun kita tetap ingin menjadikannya seorang kekasih, mengajaknya kencan dan yang paling parah kita menikah dengannya. Dari pengalaman saya, sebenarnya ini merupakan sebuah tekanan. Tekanan ini entah di berikan oleh lingkungan kita, temen2 atau bahkan orang tua kita.
Menangis, atau melihat seseorang menangis tidak terkendali saat dia kehilangan yang dicintai.
Melakukan sesuatu secara sengaja untuk menyakiti orang yang kita cintai karena kita terluka.
Mengalami patah hati dan lama tidak bisa melupakan.
silahkan instropeksi diri anda, termasuk saya juga =-)
